Berita

SAKURA PROGRAM SMART TECHNOLOGY FOR CONSTRUCTION OF ULTRA LOW CARBON SOCIETY OF KITAKYUSHU CITY AS ADVANCE ECO MODEL CITY

sakura2

Program Pertukaran Pemuda Jepang-Asia dalam Ilmu Pengetahuan" (SAKURA Exchange Program in Science) adalah program peningkatan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan, melalui kolaborasi erat antara industri, akademisi, pemerintah berupa kunjungan jangka pendek dari pemuda Asia yang kompeten ke Jepang. Program ini terlaksana kerjasama antara Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Andalas dan The University of Kitakyushu terutama dengan Matsumoto Laboratory. Pada kesempatan ini, Jurusan Teknik Lingkungan mengirimkan 1 orang mahasiswa Prodi Magister (Musytaqim Nasra) dan 1 orang mahasiswa Prodi Sarjana (Fitri Rahmatesa).

 

Dalam program sakura diperkenalkan tentang teknologi baru pengelolaan lingkungan khususnya program pemanfaatan limbah menjadi energi dan program energi terbarukan. Selain itu juga diperkenalkan tentang teknologi daur ulang limbah menjadi bahan – bahan yang bernilai ekonomis sehingga dapat mengatasi permasalahan limbah yang ada. Dalam program ini juga diperkenalkan budaya Jepang seperti upacara minum teh dan penggunaan yukata dan kimono. Banyak hal yang bisa diperoleh dalam program ini terutama dalam pengembangan teknologi dan penelitian terkait pengelolaan lingkungan yang lebih bernilai guna.

 

sakura1 sakura3

Simposium Internasional tentang Resource Circulation System Based on Community-Based Approach : Focus on Indonesian Waste Bank, Kitakyushu International Center, Fukuoka, Jepang

Simposium Internasional tentang Resource Circulation System Based on Community-Based Approach : Focus on Indonesian Waste Bank, Kitakyushu International Center, Fukuoka, Jepang

 

symposium1

Kerjasama penelitian: The University Kitakyushu, Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Andalas, Committee of Environment Systems, Japan Society for Civil Engineers, dan Asahi Glass Foundation Research Grant Project.


Bank sampah ternyata telah menjadi perhatian dunia internasional. Hal ini terbukti dengan telah dilaksanakannnya simposium internasional dengan judul  “Resource Circulation System Based on Community-Based Approach : Focus on Indonesian Waste Bank”. Even ini dilaksanakan di Kitakyushu International Conference Center, Fukuoka, Jepang pada Selasa, tanggal 20 Maret 2018. Kegiatan ini dilaksanakan oleh The University of Kitakyushu bekerjasama dengan Committee of Environment Systems, Japan Society for Civil Engineers. Simposium ini mendiskusikan tentang hasil-hal penelitian bank sampah di Indonesia yang didanai oleh Asahi Glass Foundation Research Grant Project, penelitian bersama The University of Kitakyushu dengan Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan penelitian-penelitian lain yang terkait. Pembicara-pembicara utama yang diundang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang sendiri. Acara ini dihadiri oleh berbagai peserta yang berasal dari pemerintahan, industri, akademisi dan mahasiswa.


Acara ini dibuka oleh Professor Toru Matsumoto dari The University of Kitakyushu. Dalam opening speech –nya, beliau menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang disebut bank sampah, yang telah berkembang meluas secara nasional, dalam menghadapi permasalahan sampah di Asia yang makin kompleks. Kegiatan simposium internasional ini bertujuan untuk membahas permasalahan terkini pengelolaan sampah di negara berkembang, kontribusi bank sampah dalam hal pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi,  dan mendapatkan masukan dari berbagai ekspert melalui diskusi dan tanya jawab.


Simposium dimulai dengan presentasi yang disampaikan oleh Dr. Slamet Raharjo sebagai keynote speaker dari Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Andalas. Beliau menyampaikan orasi tentang  Community-based Solid Waste Bank (SWB) Program for Municipal Solid Waste Management Improvement in Indonesia : A Case Study of Padang City. Beberapa hal penting yang disampaikan adalah pengelolaan sampah di kota-kota di Indonesia masih didominasi oleh kegiatan pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan ke TPA saja. Capaian daur ulang sampah masih kurang dari 10% dari total timbulan sampah. Total sampah yang diangkut ke TPA sekitar 60%, sehingga diperkirakan masih ada sekitar 30% sampah tidak tertangani (dibakar terbuka, dibuang ke sungai, dsb). Kondisi ini mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan. Bank sampah adalah program nasional yang unik, karena  menggabungkan sistem bank dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dari sekitar 400 unit di tahun 2012, sekarang telah bertambah menjadi sekitar 4.000 unit bank sampah tersebar di 30 Provinsi di 206 kota. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat semakin meningkat secara nasional dalam memanfaatkan sampah. Namun masih terdapat beberapa kendala berkembangnya bank sampah, terutama aspek pemasaran. Bank sampah membutuhkan dukungan yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah, dan sektor industri/swasta untuk bisa berkembang lebih baik dan profesional.


Pembicara-pembicara selanjutnya adalah Mr. Shoji Matsumoto (Assistant Manager of Environmental Affairs Division, Osaki Town, Kagoshima Prefecture), Fauziah Binti Shahul Hamid (University of Malaya, Malaysia), Mr. Toshio Sekido (Associate Professor, University of Miyazaki), Professor Toru Matsumoto (The University of Kitakyushu), Dr. Indriyani Rachman (Researcher, The University of Kitakyushu), Mr. Hafizhul Khair (Doctoral Student, The University of Kitakyushu).

(sumber: Qiyam Maulana Binu Soesanto, PhD Student, The University of Kitakyushu)

symposium3 symposium5

Kuliah Umum Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik

b95bbb34-a825-4347-a18f-202e516d5c15

Jurusan Teknik Lingkungan (JTL) kembali menyelenggarakan Kuliah Umum ke-3 Tahun 2018  yang berlangsung pada Jum’at/6 April 2018. Narasumber Kuliah Umum kali ini disampaikan oleh Bapak Iman Adi Irianto, ST, MT dengan topik yang dibawakan tentang Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Setempat Menggunakan IPAL Komunal Program Sanimas dalam rangka mendukung keberhasilan pencapaian universal akses 100-0 -100 pada tahun 2019. Kuliah Umum dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari Prodi S1 dan S2 Teknik Lingkungan serta  dosen-dosen JTL. Materi yang disampaikan dalam kuliah umum ini tentang latar belakang dan pentingnya pengelolaan air limbah domestik, konsep dasar pengolahan air limbah domestik, jenis-jenis pengolahan air limbah domestik, penyusunan  perencanaan teknis ipal komunal dan perpipaan, desain dan dimensi IPAL, perhitungan dimensi IPAL, konsep dasar manajemen konstruksi, meliputi; kebutuhan bahan dan peralatan, pencatatan dan perlakukan bahan, kebutuhan tenaga kerja, mekanisme pemasangan SR, pelaksanaan konstruksi IPAL dan bangunan pelengkap, pemahaman terhadap analisa perhitungan, pelaksanaan konstruksi IPAL dan bangunan pelengkap dan pemahaman terhadap manajemen dan pendampingan konstruksi. Kuliah umum diakhiri dengan penyerahan maket IPAL Anaerobic Baffled Reactor dari narasumber ke JTL.  Kegiatan ini dikoordinasi dengan baik oleh Koordinator Kuliah Umum Jurusan Teknik Lingkungan yaitu Ibu Ansiha Nur, MT.

96d5d6ab-3737-4d0f-8de8-35ccc1e2a286  4ca7bdb0-cabc-4623-a970-cf0ade14737b

cf8eaca1-1707-47d5-ba16-286755a8144b  dbce11da-fe07-47ed-91a8-2cfda8a3dcab

Berita sebelumnya...
Portal Akademik Universitas Andalas
Webmail Universitas Andalas
e-learnig Universitas Andalas
Your ad here
Your ad here
Kirim Artikel

IMG_5038

 

atas-a21

 

 

lustrum
KLIK DI SINI
logo_snstl_II
 KLIK DI SINI