Transformasi Budaya K3 di PLN Dorong Penerapan Keselamatan Kerja Berbasis Teknologi dan AI

30 Juni 2026

Padang, 30 Juni 2026 - Departemen Teknik Lingkungan bersama Environmental Health Community Team (EHCT) Universitas Andalas sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk "Transformasi Budaya K3 di PLN" secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan alumni Teknik Lingkungan Unand yaitu Bapak Randy Zulkarnain, S.T., Senior Officer Pembelajaran PT PLN (Persero) UPDL Padang, sebagai narasumber dan Ibu Annisa Maulidya, M.T., dosen Departemen Teknik Lingkungan Universitas Andalas, sebagai moderator. Kuliah umum diikuti oleh mahasiswa Teknik Lingkungan baik S1, S2, dan S2, dosen, serta peserta dari berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia industri.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai implementasi budaya K3 di sektor ketenagalistrikan, sekaligus memperkenalkan transformasi sistem keselamatan kerja yang kini semakin memanfaatkan teknologi digital, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana perusahaan modern mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam sistem manajemen keselamatan kerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Randy Zulkarnain menjelaskan bahwa budaya K3 telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Sebelumnya sistem keselamatan kerja lebih banyak bersifat reaktif, yaitu merespons setelah kecelakaan atau insiden terjadi, maka saat ini perusahaan mulai beralih menuju pendekatan prediktif yang mampu mengidentifikasi potensi bahaya sebelum menimbulkan kecelakaan.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai evolusi budaya K3 dari sistem konvensional menuju sistem berbasis teknologi. Pada pendekatan konvensional, komunikasi keselamatan masih mengandalkan media cetak, papan informasi, serta rapat rutin, sedangkan pada era digital penyampaian informasi dilakukan melalui aplikasi mobile, media komunikasi internal, hingga pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai media simulasi pelatihan keselamatan kerja. Selain itu, pengelolaan risiko kini didukung oleh analisis berbasis AI yang mampu memprediksi potensi kecelakaan, sementara pengawasan bahaya dilakukan menggunakan sensor IoT secara real-time untuk memantau berbagai parameter lingkungan kerja seperti kualitas udara, konsentrasi gas, debu PM2.5, suhu, hingga paparan radiasi.

Narasumber juga memperkenalkan salah satu inovasi yang tengah dikembangkan di lingkungan PT PLN, yaitu STRIKE (Safety Tracker with AI Knowledge Evaluation). Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan safety habit pekerja melalui evaluasi pengetahuan K3 berbasis kecerdasan buatan, sehingga proses pembelajaran keselamatan menjadi lebih adaptif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pekerja. Kehadiran sistem ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun budaya keselamatan yang lebih kuat di lingkungan kerja.

Selain membahas aspek teknologi, narasumber menekankan bahwa keberhasilan implementasi budaya K3 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh komitmen seluruh insan perusahaan. Budaya keselamatan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang diterapkan oleh setiap individu, mulai dari pimpinan hingga seluruh pekerja. Kesadaran, kepedulian, komunikasi yang terbuka, serta keberanian melaporkan potensi bahaya merupakan elemen penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bebas dari kecelakaan.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai implementasi AI dalam sistem keselamatan kerja, tantangan transformasi budaya K3 di perusahaan, hingga peluang lulusan Teknik Lingkungan untuk berkarier pada bidang Health, Safety, and Environment (HSE). Diskusi tersebut memberikan wawasan baru bahwa kompetensi di bidang lingkungan dan keselamatan kerja semakin dibutuhkan seiring berkembangnya industri menuju era digital.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Departemen Teknik Lingkungan bersama EHCT Universitas Andalas berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang mendukung implementasi K3 di dunia industri. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, serta siap menghadapi tantangan transformasi industri berbasis teknologi.

Kuliah umum ini menjadi salah satu bentuk komitmen EHCT dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia kerja. Dengan menghadirkan praktisi langsung dari PT PLN (Persero), peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus memahami bagaimana budaya K3 terus berkembang dari pendekatan konvensional menuju sistem yang lebih cerdas, prediktif, dan berorientasi pada pencegahan kecelakaan kerja.

 

Fajrul Ikhsan

Read 51 times