Pengabdian Masyarakat Teknik Lingkungan - Dosen dan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Andalas Dampingi Warga Kuranji Kelola Sampah Organik dengan Metode Takakura dan MOL

25 Juni 2026

Padang, 20 Juni 2026 – Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Andalas melalui Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Buangan Padat kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Metode Pengomposan Takakura dengan Mikroorganisme Lokal (MOL)".

Kegiatan ini diselenggarakan di Bank Sampah Manggis Sakato, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 ini diikuti oleh masyarakat sekitar Bank Sampah Manggis Sakato dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan Universitas Andalas. Program ini dipimpin oleh Dr. Ir. Rizki Aziz, S.T., M.T. bersama tim dosen KBK Buangan Padat serta mahasiswa sebagai pendamping lapangan.

Pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai permasalahan sampah organik yang masih menjadi tantangan di kawasan perkotaan. Peserta kemudian diperkenalkan pada konsep Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai bioaktivator alami pengomposan serta metode Takakura, yaitu teknik pengomposan sederhana yang mudah diterapkan di tingkat rumah tangga. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan MOL, penyusunan keranjang Takakura, hingga sesi diskusi dan tanya jawab bersama tim pelaksana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan seperangkat perlengkapan pengomposan kepada Bank Sampah Manggis Sakato. Bantuan tersebut meliputi keranjang Takakura, kompos, sprayer, bahan pembuatan MOL, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang dapat digunakan masyarakat untuk mempraktikkan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.

Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tim pengabdian melaksanakan dua kali pendampingan lapangan, yaitu pada 27 Juni 2026 dan 5 Juli 2026, dengan mengunjungi rumah-rumah peserta untuk memantau perkembangan proses pengomposan. Pendampingan dilakukan dengan mengevaluasi kondisi komposter, memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, serta memastikan peserta menerapkan teknik pengomposan sesuai prosedur.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah berhasil menerapkan metode Takakura dan rutin menambahkan sampah organik ke dalam komposter. Beberapa kendala yang masih ditemui antara lain sampah yang belum dicacah sehingga proses penguraian berlangsung lebih lambat, kadar air kompos yang terlalu tinggi, munculnya belatung dan semut, serta ukuran cacahan bahan MOL yang masih terlalu besar. Untuk mengatasi hal tersebut, tim memberikan berbagai rekomendasi teknis, seperti mencacah sampah sebelum dimasukkan ke dalam komposter, menambahkan sekam padi atau serbuk gergaji guna menurunkan kadar air, memindahkan keranjang ke lokasi yang lebih kering, serta memperhalus bahan baku pembuatan MOL.

Melalui pendekatan pelatihan yang disertai pendampingan berkelanjutan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan pengolahan sampah dari sumbernya melalui metode Takakura dan MOL ini mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Dingin Kota Padang, sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Universitas Andalas dengan masyarakat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Departemen Teknik Lingkungan Universitas Andalas berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu mengolah sampah organik secara mandiri dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.

 

Aulia Shabrina, M.Eng

Read 12 times