![]() |
Laboratorium Mikrobiologi merupakan salah satu laboratorium yang ada di Departemen Teknik Lingkungan Unand. Laboratorium ini didirikan pada tahun 2002. Laboratorium Mikrobiologi Lingkungan berlokasi di lantai 3 gedung Departemen Teknik Lingkungan. Tujuan utama pendirian laboratorium ini adalah untuk menunjang kegiatan praktikum mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan di bidang pengolahan Mikrobiologi, penelitian mahasiswa dan dosen, serta pengabdian masyarakat dalam bidang kesehatan lingkungan. Selain praktikum, penelitian, dan pengabdian masyarakat Laboratorium Mikrobiologi Lingkungan juga telah ikut meaksanakan Summer Course pada tahun 2024 dengan topik Biocementation Course.
Visi :
Menjadi laboratorium yang mampu memenuhi kebutuhan akan penelitian mikrobiologi baik untuk keperluan pendidikan, penelitian dan masyarakat di Sumatera Barat.
Misi :
- Melaksanakan praktikum regular mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan Unand.
- Menyediakan sarana penelitian mikrobiologi pada pendidikan tinggi Teknik Lingkungan di Sumatera Barat sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat ini dan masa yang akan datang.
- Melaksanakan penelitian mikrobiologi untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan dalam bidang Teknik Lingkungan
STRUKTUR LABORATORIUM MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN

ALAT DAN PERLENGKAPAN
|
Centrifuge - EBA 21
|
Mikroskop-Olympus CXY1RF
|
|
Incubator-Quincy Lab Model 12-140 2 Cu. Ft Analog
|
Top Vortex Mixer BMBio 2020
|
|
Spektrofotometer Visual 722N 18-ONC
|
Oven-OMH 60
|
|
Shaker-Wiseshake SHO 2D |
Laminar Air Flow Maskot V 930S
|
|
Hot Plate-Favorit HP070v2
|
Autoclave-Yamato SP 200
|
|
Refrigerator-LaselleLRB771PC6
|
MODUL PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN
MODUL I – Isolasi Mikroba
Tujuan:
- Mengetahui peralatan dan media kultur untuk membuat kultur murni.
- Memahami konsep sterilisasi dan prosedur inokulasi mikroba.
- Melakukan isolasi mikroba dengan metode streak plate, spread plate, dan pour plate.
- Mengamati karakteristik morfologi koloni mikroba.
- Mengenal kultivasi bakteri anammoxuntuk penyisihan nitrogen.
Prinsip:
- Memisahkan mikroba dari campuran (mixed culture) menjadi biakan murni (pure culture).
- Prinsip dasar: tiap koloni berasal dari satu sel mikroba tunggal.
- Teknik: penyebaran atau penggoresan mikroba pada medium agar untuk menghasilkan koloni terpisah.
Ringkasan:
Modul ini melatih keterampilan dasar mikrobiologi, termasuk penggunaan alat, media, dan teknik aseptik dalam menumbuhkan dan mengisolasi mikroba dari tanah atau udara agar diperoleh kultur murni untuk penelitian selanjutnya.
MODUL II – Pewarnaan Gram
Tujuan:
- Mengenal teori pewarnaan biologis.
- Mengetahui cara pembuatan preparat bakteri.
- Memahami teknik pewarnaan sederhana dan diferensial (Gram dan spora).
Prinsip:
- Berdasarkan perbedaan struktur dinding sel bakteri:
- Gram positif: dinding tebal, mempertahankan warna ungu (kristal violet).
- Gram negatif: dinding tipis, melepaskan kristal violet dan menyerap safranin (merah muda).
- Pewarnaan bertujuan membedakan kelompok bakteri dan memperjelas struktur sel di bawah mikroskop.
Ringkasan:
Praktikum ini mengajarkan cara mengidentifikasi tipe bakteri berdasarkan pewarnaan Gram. Hasil pewarnaan membantu menentukan karakteristik sel bakteri dan menjadi dasar dalam identifikasi mikrobiologi klinis maupun lingkungan.
MODUL III – Uji Coliform
Tujuan:
- Memahami teori uji Coliform dan penggunaannya dalam analisis air.
- Mengetahui jumlah kandungan bakteri Coliform pada sampel air.
- Mampu membaca hasil uji MPN (Most Probable Number).
Prinsip:
- Berdasarkan fermentasi laktosa oleh bakteri Coliform yang menghasilkan gas.
- Uji dilakukan secara bertahap:
- Uji penduga (presumptive test)
- Uji penegas (confirmed test)
- Uji lengkap (completed test)
- Prinsipnya adalah mendeteksi keberadaan bakteri indikator pencemaran feses ( coli).
Ringkasan:
Modul ini berfokus pada pengujian kualitas air dengan metode MPN untuk menentukan kandungan Coliform sebagai indikator pencemaran biologis.
MODUL IV – Identifikasi Jamur
Tujuan:
- Mengenal dasar identifikasi jamur.
- Mengamati morfologi dan ciri koloni jamur.
- Menentukan jenis jamur berdasarkan struktur mikroskopisnya.
Prinsip:
- Sampel jamur diamati di bawah mikroskop untuk melihat hifa, spora, dan struktur reproduktif.
- Jamur dikelompokkan menjadi enam divisi (Myxomycotina, Oomycotina, Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, Deuteromycotina).
- Prinsipnya ialah pengenalan struktur eukariot heterotrof yang berkembang biak melalui spora.
Ringkasan:
Praktikum ini melatih identifikasi jamur berdasarkan morfologi dan struktur reproduksi, penting dalam memahami peran jamur dalam ekosistem dan potensi patogeniknya.
MODUL V – Bioinformatika
Tujuan:
- Mengenal konsep identifikasi mikroba secara molekuler menggunakan data genetik dan morfologi.
- Menggunakan perangkat bioinformatika untuk analisis sekuen DNA bakteri hasil isolasi.
Prinsip:
- Berdasarkan analisis data genomik dan morfologi untuk menentukan spesies bakteri.
- Menghubungkan hasil isolasi dengan basis data genetik (seperti Bergey’s Manualatau database DNA).
Ringkasan:
Modul ini memperkenalkan pendekatan modern dalam identifikasi mikroba melalui bioinformatika, yaitu analisis data DNA dan sifat biokimia untuk penentuan taksonomi mikroorganisme.
KEGIATAN YANG SUDAH DILAKSANAKAN
Praktikum Mikrobiologi Lingkungan 2025
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Praktikum Mikrobiologi Lingkungan 2024
















